Kredit merupakan solusi yang sering kali di ambil sebagai jalan tengah percepatan UMKM untuk mengembangkan produknya, baik itu syariah maupun konvensional. Akan tetapi tidak sedikit UMKM yang malah menjadi kewalahan untuk mengatur pengeluaran bulanan, karena adanya pengeluaran cicilan kredit.


Tidak sedikit kredit yang awalnya diharapkan menjadi solusi, akhirnya menjadi non performing loan (NPL) atau Kredit bermasalah. Berbagai permasalahan ini muncul dan menjadi paradigm yang cukup menjadi momok menakutkan bagi UMKM yang belum pernah mengajukan kredit.


Solusi dari permasalahan ini memang cukup sederhana, tetapi kesadaran debitur yang baru mencoba untuk mengajukan kredit masih kurang. 


3 Trik untuk UMKM yang ingin mengajukan kredit sebetulnya sederhana, yaitu :


1. Pelajari produk pribadi


Mempelajari produk yang kita jual sangat penting untuk dilakukan, lantaran masih banyak UMKM yang tidak sadar akan resiko dan potensi produknya sendiri. Jika sekiranya produk tersebut memang laku di pasaran dan berpotensi untuk di kembangkan boleh saja memikirkan untuk penambahan modal dari luar.


2. Hitung proyeksi pendapatan


Hal ini cukup penting juga, karena tidak semua UMKM membuat laporan keuangan, serta menghitung pendapatan bersihnya. Proyeksi pendapatan akan membantu menghitung berapakah nominal kredit yang nantinya akan di ambil. Jangan sampai mengajukan kredit di atas modal pribadi, kredit maksimal 40 % di bandingkan modal pribadi ( 40 : 60). 40 % pinjaman, 60 % modal pribadi.


3. Mempelajari produk perbankan / pemberi pinjaman modal


Salah satu hal yang suka di lupakan kreditur yaitu tergesah-gesah mengajukan kredit, sampai akhirnya tidak mempelajari dulu produk kredit itu sendiri. Padahal mempelajari produk kredit sangat penting. Dengan mempelajari produk kredit, kreditur akan mengetahui kelebihan dan kekurang produk kredit itu sendiri.


Dengan mengacu kepada 3 hal tersebut, resiko NPL bisa diminimalisir kreditur.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: