Dalam sebuah diskusi dengan teman-teman entrepreneur, saya mendapatkan satu pelajaran yang paling berharga dari mereka dan Alhamdulillah, sebagai coach dan mentor mereka, saya sangat bersyukur karena apa yang saya sampaikan selama ini dan lakukan sudah mulai mereka pahami dengan baik dan bahkan dijalankan oleh mereka. Meskipun belum semuanya, karena yang bisa saya pantau itu baru beberapa.

Dalam konteks bisnis yang dijalankan oleh teman-teman entrepeneur sudah mulai memperhatikan sejauh mana bisnis yang mereka jalankan tersebut memberikan keberkahan kepada diri dan keluarga serta karyawan dan masyarakat. Ini menjadi perhatian setiap wirausaha muda muslim saat ini untuk bisa mencapai kesuksesan dalam bisnis yang saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa kalau tidak dilakukan dengan baik. Godaan terhadap bisnis itu semakin besar untuk semakin jauh dari Allah SWT karena yang menjadi guru belum tentu memahami konsep ini.

Mencari keberkahan Allah SWT sejatinya adalah fondasi bagi setiap bisnis yang dijalankan wirausaha. Keberkahan yang didapat dari bisnsi itu akan memberikan superior value bagi wirausaha dan juga diri mereka selain orang lain di sekitar mereka, tentunya. Jangan terjebak dengan hal ini karena akan menentukan bagaimana bisnis itu menjadi sumber manfaat bagi dunia dan akhirat. Inilah yang harus menjadi perhatian setiap wirausaha muda muslim.

Caranya? Sebagai seorang wirausaha juga, saya masih belajar dan terus memperbaiki diri untuk setiap saat menjadi lebih baik, lebih baik dan semakin jauh lebih baik. Wirausaha itu berbasis kepada ajaran yang ada di agama Islam yang diperlihatkan dalam Alqur’an dan Hadis Rasulullah. Keduanya harus menjadi pegangan dalam berbisnis. Kalau begitu, sederhananya adalah sejauh mana wirausaha terus belajar tentang agama Islam dengan baik dan secara mendalam.

Tentu hal ini bisa dilakukan dengan mendengar pengajian dan mengikuti majelis taklim yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan oleh Rasulullah karena sejatinya Nabi Muhammad itu adalah pebisnis sukses. Demikian juga dengan nabi-nabi sebelumnya. Pelajaran hidup dalam berbisnis itu adalah sumber bagaimana wirausaha untuk mencari keberkahan. Inilah point utamanya. Ketika wirausaha mau belajar, memahami dan menjalankan cara bagaimana Rasulullah berbisnis, maka akan dapat memberikan value kepada diri dan bisnisnya berupa keberkahan.

Contohnya adalah bagaimana rasulullah jujur dalam berbisnis. Konteks saat ini adalah bagaimana wirausaha menjaga integrity dalam bisnis dan ini menjadi key success factor. So, untuk itu, wirausaha harus benar-benar fokus dalam menjalankan bisnis dengan dasar ajaran agama Islam untuk mencari keberkahan Allah SWT.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: