Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang selama ini belum terserap secara maksimal oleh petani akhirnya mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Saat Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait Pengembangan Sumber-sumber Air dan Alat Mesin Pertanian, dibahas juga Permodalan Petani Melalui Kredit Usaha Rakyat. Jokowi ingin ada skema khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian.


"Saya minta dibuatkan skema khusus untuk alokasi KUR di sektor pertanian yang didasarkan pada karakteristik komoditas yang jadi prioritas, karena saya lihat skema sekarang masih bersifat umum," ujar Joko Widodo


KUR yang diberikan kepada petani dapat digunakan untuk membeli berbagai alat dan mesin pertanian. Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana ini, diharapkan produktivitas petani semakin meningkat.


"Terkait dengan alat mesin pertanian kebutuhannya akan semakin meningkat sejalan dengan optimalisasi lahan-lahan pertanian serta pembukaan lahan-lahan baru," imbuh Jokowi.


Hingga 31 Juli 2016 baru 68 % penyaluran dana KUR difokuskan pada sektor besar dan eceran. Sedangkan, sektor pertanian dan kehutanan baru menyerap 15 % saja.


Diharapkan pada 2017 alokasi dana KUR paling tidak mencapai Rp 100 triliun atau bisa ditambah hingga Rp 120 triliun. Tentu dengan skema penyaluran KUR yang baru.


"Satu lagi yang tidak kalah penting, Saya ingin agar koperasi-koperasi di desa digiatkan dan difokuskan kembali untuk salurkan KUR sektor pertanian," pungkas Jokowi.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: