Dalam konsep bisnis yang selalu dikembangkan yaitu ABG dimana ada kalangan akademisi yang berbagai konsep dan pengetahuan tentang bisnis dan manajemen serta entrepreneurship, lalu pembicara dari perusahaan yang mewakili para businessmen atau entrepreneur yang memang sudah berhasil dalam bisnis beliau serta government yang diwakili oleh Dinas Koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan Kabupaten Purwakarta.


Saya berkesempatan menjadi narasumber mewakili akademisi yang menyampaikan konsep yang relevan dengan tema yang dipilih dalam program ini yaitu bagaimana menggali potensi daerah untuk menghadapi persaingan di pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 yang akan datang. Tinggal satu tahun lagi dan seharusnya setiap entrepreneur harus sudah siap menghadapinya.


Dalam pemberian materi, ada pelajaran yang sangat berharga yang bisa diambil untuk para entrepreneur agar bisa menjadi juara dalam bisnis mereka. Apa itu? Kemampuan komunikasi seorang entrepreneur memang sangat dibutuhkan untuk bisa berhasil dalam bisnis yang sudah dipilih dan dijalankan. Komunikasi menjadi keterampilan yang benar-benar menjadi faktor utama untuk berhasil.


Kalau dihubungkan dengan seorang entrepreneur dan peran seorang manajer, tentu setiap entrepreneur sudah bisa memperkirakan bahwa communication skill adalah keterampilan yang paling strajik bagi entrepreneur untuk menjalankan peran mereka sebagai informational, baik sebagai information gathering atau mengumpulkan informasi, information disseminatioin atau membagikan informasi maupun sebagai juru bicara atau spokeperson dalam bisnis mereka. inilah yang dimaksud dengan peranan sebagai information.


Komunikasi yang harus dikuasai oleh setiap entrepreneur terdiri dari komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Kedua jenis komunikasi ini harus bisa digabungkan secara bersama-sama agar bisa mencapai tujuan berupa pesan yang bisa diterima secara efektif dan efisien oleh audiens. Penting untuk mencapai hal ini karena setiap entrepreneur harus bisa bekerja dengan dan melalui orang lain yang dalam hal ini sejalan dengan konsep manajemen yang harus dipegang dan dijalankan entrepreneur.


Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang disampaikan dengan menggunakan kata-kata dan angka. Komunikasi ini sangat tergantung kepada huruf dan angka tadi. Jenis komunikasi verbal dapat dibagi dua yaitu lisan dan tulisan dan masing-masing entrepreneur. Lisan berupa komunikasi verbal melalui ucapan yang disampaikan sementara tulisan adalah melalui tulisan yang ditulis. Baik menggunakan media kertas maupun non kertas seperti komputer, handphone dan lain-lain. Kedua jenis komunikasi lisan dan tulisan ini penting untuk diketahui, dipahami, dihayati dan juga dijalankan dalam setiap komunikasi para bisnis entrepreneur.


Jenis komunikasi kedua adalah non verbal. Pada komunikasi ini, digunakan bahasa tubuh, intonasi, cara berpakaian setiap entrepreneur. Hal ini penting agar bisa dipahami bagaimana komunikasi selain komunikasi verbal sehingga dapat diketahui maksud dari setiap entrepreneur dalam berkomunikasi itu sendiri. Padahal, kontribusi komunikasi non verbal terhadap kesuksesan entrepreneur dalam membangun bisnis sangat besar dan lebih besar daripada komunikasi verbal.


Oleh karena itu, saatnya entrepreneur terus meningkatkan komunikasi mereka dalam berbisnsi sehingga banyak hal yang bisa disampaikan kepada stakeholder secara efektif dan efisien. Penting untuk entreprepeneur meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan serta pemanfaatan dalam komunikasi bisnis mereka.


So, pelajaran dari para entrepreneur adalah bagaimana komunikasi itu bisa meningkatkan pemahaman orang terhadap bisnis dan maksud kita dalam berkomunikasi bersama mereka. Salam juara.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: