Entrepreneur yang berkomitmen untuk sukses dalam bisnisnya tentulah seseorang yang sudah merencanakan bisnis mereka untuk masa depan. Komitmen muncul dari pemahaman akan apa yang ditargetkan bisa dicapai di masa depan dan manfaat apa yang bisa didapatkan.


Dalam perjalanan menjalankan bisnis tersebut, tentu entrepreneur menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis yang sudah pasti selalu berubah, penuh ketidakpastian, tidak bisa dikontrol dan bahkan mengalami turbulensi dan berdampak kepada bisnis setiap entrepreneur. Inilah tantangan terbesar seorang entrepreneur untuk menghantarkan bisnis mereka bisa mencapai profit, people, planet, sustainaibility serta tumbuh dan berkembang.


Pelajaran membina mahasiswa yang memiliki bisnis dan memilih menjadi entrepreneur, baik dikampus maupun di luar kampus, termasuk di GIMB Entrepreneur School menunjukkan bahwa mereka memiliki keterbatasan dalam knowledge, skill dan attitude yang berhubungan dengan bisnis. Hal ini bisa dipahami karena mereka berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda dan tidak semuanya bisnis dan manajemen.


Entrepreneur membutuhkan peningkatan knowledge, skill dan attitude dalam berbisnis melalui pendidikan yang harus diambil oleh entrepreneur, baik secara formal maupun non formal. Intinya mereka membutuhkan sekolah agar bisa mendapatkan pendidikan berupa knowledge dan skill tersebut.


Namun demikian, tetap saja ada keterbatasan dalam pendidikan baik secara formal maupun informal karena pendidikan tersebut juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meskipun sebenarnya bisa dianggap sebagai investasi bagi setiap entrepreneur. Manfaatnya akan sangat luar biasa karena investasi berupa pendidikan akan memberikan value kembali kepada mereka.


Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan lainnya untuk entrepeneur agar bisa meningkatkan knowledge, skill dan attitude mereka dalam berbisnis. Tidak bisa membatasi waktu dan tempat karena memang entrepreneur menghadapi masalah tersebut selalu setiap saat dan tidak mengenal tempat. Inilah yang menjadipermasalahan. Kondisi ini berhubungan dengan bagaimana entrepreneur harus membuat keputusan setiap saat dimana mereka berada dan harus dibuat cepat agar tidak berdampak kepada resiko bisnisnya.


Pendekatan yang diperlukan adalah bimbingan dalam menjalankan bisnis, apalagi dalam membuat setiap keputusan bisnis. Bimbingan ini diperlukan oleh setiap entrepreneur karena memang keterbatasan knowledge, skill dan attitude entrepreneur. seorang pembimbing yang bisa berperan sebagai coach ataupun mentor akan bisa mengarahkan setiap entrepreneur kepada peningkatan ketiga aspek tadi.


Coaching dan mentoring harus diberikan oleh orang yang memiliki kompetensi yang baik juga dalam bisnis. Coach yang diharapakan tersebut harus mampu memberikan arahan dan bimbingan kepada entrepreneur, apalagi ketika entrepeneur harus membuat keputusan yang bersifat tratejik bagi bisnis mereka. saat-saat itu membuat keberadaan seorang coach menjadi penting dan sangat dibutuhkan.


Dalam konsep coach, entrepreneur bersama-sama dengan pembimbing membuat kesepakatan tentang rencana dan target yang akan dicapai. Coach akan menyepakati target dari entrepreneur dalam bisnis dan akan dijadikan sebagai acuan atau baseline dalam menjalankan bisnis mereka. Coach akan menjadi pembimbing bagi entrepreneur dalam mengambil keputusan bisnis.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: