Ada yang menarik saat ini yaitu semakin banyak pejabat pemerintah yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Gubernur, Hakim, gubernur, bupati sampai dengan walikota. Baru-baru ini, terlihat bagaimana para pejabat tersebut mempertontonkan tindakan yang benar-benar memalukan karena berhubungan dengan korupsi, kolusi dan nepotisme yang berujung kepada penangkapan mereka oleh KPK ataupun kepolisian dan kejaksaan. Padahal, sudah banyak contoh agar mereka tidak terjebak pada kegiatan korupsi. Apa akibat yang dirasakan oleh para pejabat tersebut? yang pasti, reputasi mereka langsung hancur.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajaran  yang luar biasa dari kejadian ini yaitu bagaimana sejatinya seorang entrepreneur harus bisa menjaga reputasi mereka dalam berbagai kegiatan, khususnya yang berhubungan dengan bisnis. reputasi itu adanya dibenak stakeholders, mulai dari keluarga, teman, konsumen, distributor, supplier, bahkan pesaing, pemerintah, perbankan, media dan lain-lain yang pastinya berhubungan dengan para entrepreneur.


Bisa dibayangkan bagaimana seorang entrepeneur yang memiliki reputasi yang sudah hancur tidak bisa menjual produk kepasar, tidak bisa membangun bisnis dengan para relasi yang sudah bekerjasama selama ini dan bahkan yang paling merasakan dampaknya adalah keluarga yang merupakan pihak yang paling dekat dengan para entrepreneur. mereka akan merasakan malu atas kejadian tersebut dan akan meninggalkan para entrepreneur.


Oleh karena itu, hal mendasar yang harus dibangun di awal adalah mindset atau sikap mental para entrepreneur tentang pentingnya reputasi bagi diri dan bisnis dalam jangka panjang. Tanamkan dalam diri bahwa entrepreneur harus memiliki reputasi yang baik untuk bisa sukses dalam bisnis. ketika ini sudah dimiliki, kembali evaluasi diri tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sehingga kekuatan yang notabene adalah keunggulan itulah yang akan dikomunikasikan kepada stakeholders. Beberapa diantaranya adalah integritas, disiplin, komitmen, leadership, kreativitas dan inovasi serta karakter lainnya.


Setelah itu, tetapkan siapa stakeholders para entrepreneur karena itu akan membuat pemahaman siapa yang akan menjadi target audiens buat diri, produk dan bisnis. tentu akan diketahui standar yang mereka harapkan kepada para entrepreneur. Ketika ini sudah didapatkan, barulah entrepreneur mulai menjaga pemikiran, keputusan, sikap dan tindakan yang tetap mencerminkan reputasi yang akan dibangun pada diri, produk dan perusahaan. Teruslah komunikasikan kepada stakeholders tentang reputasita tadi. Bagaimana dengan anda? Siap membangun dan mempertahankan reputasi yang baik dimata stakeholders? Hmmm..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: