Beberapa waktu yang lalu, teman saya dihadapkan pada kondisi dimana para karyawan mereka banyakyang memiliki beda cara pandang dalam perusahaan sehingga membuat gap antara apa yang seharusnya dengan apa yang adanya. Dalam konteks perusahaan atau bisnis, hal ini adalah awal konflik dalam bisnis. Kalau gagal mengelolanya, akan berdampak negatif kepada perusahaan itu sendiri.


Itulah salah satu masalah yang dihadapi oleh salah satu teman yang bercerita kepada kepada saya kemaren. Padahal, bisnis beliau membutuhkan kerjasama yang baik antara beliau dengan karyawan karena bisnis beliau itu adalah dibidang kuliner. Pengelolaan bisnis sangat dibutuhkan bersama antara entrepreneur dengan karyawan.


Kenapa ini terjadi? Padahal beliau sudah memberikan cukup baik kompensasi kepada karyawannya. Seharusnya, mereka sudah bisa bekerjasama secara optimal di perusahaan. Inilah tantangan seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnis untuk mencapai tujuan yaitu profit perusahaan, memberikan manfaat bagi masyarakat (people), menjaga kelestarian alam (planet) serta bisnis yang berkelanjutan (sustainability) dan bisnis yang tumbuh dan berkembang dari mikro ke kecil, kecil ke menengah dan menengah ke besar.


Perlu diingat bahwa karyawan yang dimiliki oleh para entrepreneur saatini adalah generasi Y yang memiliki karakter berbeda dengan generasi X. Generasi Y merupakan generasi yang lebih menyukai kondisi nyaman, mudah karena memang lingkungan yang mempengaruhi mereka dengan dukungan teknologi internet, smartphone dan lain-lain.Mereka senang tidak kerja ditempat entrepeneur, kalau tidak, mereka akan resign atau mundur dariperusahaan. Bahkan mereka akan mau total dalam bekerja asal tempat kerja nyaman, meski gaji tidak terlalu besar.


Apa yang perlu dilakukan oleh entrepreneur? Selaraskan dulu mindset karyawan dengan mindset karyawan karena hal ini penting untuk membuat kebersamaan dalam bisnis mereka. Mindset ini merupakan persepsi yang dimiliki oleh kedua belah pihak. Inilah yang pertama kali dirubah oleh para entrepreneur. Sukses buat kita hari ini.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: