Menjadi seorang pensiunpreneur itu adalah pilihan hidup yang memang harus dijalankan, tidak hanya direncanakan dengan mata saja. Rasanya inilah pelajaran yang seringkali saya dapatkan sebagia seorang pensiunpreneur yang sudah memutuskan untuk hidup dan mati melalui pensiunpreneur dimasa sudah tidak lagi sebagai seorang karyawan perusahaan. tentu hal ini akan jauh berbeda dengan status karyawan yang notabene mendapatkan income setiap bulan dan berbagai fasilitas lainnya.


Oleh karena itu, setiap calon pensiunpreneur serta pensiunpreneur itu sendiri, harus benar-benar menerapkan konsep action, belajar dan perbaiki. Hmmm.. kok bisa ya.. saya rasa, ini lah yang membedakan seorang pensiunpreneur dengan yang bukan pensiunpreneur karena berhubungan dengan bagiamana mereka itu harus fokus mencapai kesuksesan dengan bisnis yang sudah dipilih untuk dikembangkan agar bisa memberikan value berupa profit, people, planet, sustainable serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.


Ketika menjadi seorang karyawan, tentu ada pembelajaran yang diberikan oleh perusahaan melalui pelatihan yang berasal dari berbagai pihak di dalam ataupun di luar perusahaan sehingga knowledge, skill dan attitude karyawan bertambah. Demikian juga dengan para pensiunpreneur dan pastinya akan memberikan value added atau nilai tambah sebagai seorang pensiunpreneur. Disinilah seorang pensiunpreneur harus bersyukur dengan manfaat yang dirasakan setelah menjadi seorang karyawan perusahaan.


Mulailah action. Hal ini berhubungan dengan bagaimana setiap pensiunpreneur itu fokus pada aksi dan bukan pada rencana. Dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, tentu instink juga sudah mulai terasah sehingga sudah waktunya aksi dalam bisnis. hal ini harus menjadi perhatian setiap calon pensiunpreneur serta pensiunpreneur itu sendiri.


Setelah dilakukan aksi, tentu perlu dievaluasi dan akan ditemui gap atau kesenjangan dalam capaian dengan rencana yang sudah dibuat. Disinilah setiap pensiunpreneur harus fokus pada belajar agar diketahui akar masalah yang dihadapi dan cara bagaimana mengatasi masalah tersebut. dengan belajar, akan banyak pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk bisa memperbaiki.


Barulah yang ketiga, lakukan perbaikan dan ini membutuhkan seorang pensiunpreneur yang berfikir strategis dengan memikirkan perbaikan yang bisa dilakukan saat ini dan yang akan datang sehingga benar-benar bisa memberikan value bagi bisnis yang dijalankannya.


Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: