Hari-hari ini terasa berat karena memang kondisi bisnis yang agak lesu dimana klien yang sedang mempersiapkan diri untuk mempersiapkan diri dengan melakukan konsolidasi agar bisa mencapai keunggulan bersaing ditengah tingginya tuntutan untuk melakukan cost efficiency karena lingkungan bisnsi yang tidak menguntungkan. Rasanya, hal ini juga dialami oleh banyak orang dan mereka seolah-olah tiarap dikarenakan kondisi bisnis yang memang melambat.


Sebagai seorang pensiunpreneur, tentu hal ini seringkali menjadi boomerang karena tidak siap menghadapi kondisi dimana lingkungan yang kurang mendukung untuk sukses dengan revenue yang sudah ditargetkan di awal tahun. dua bulan pertama di setiap tahun akan menjadi batu ujian bagi setiap pensiunpreneur untuk menjalankan bisnis. ketika mereka menjadi seorang karyawan, hal ini tidak terasa karena perusahaan tentu sudah mempersiapkan keuangan perusahaan dengan baik. Kecuali untuk perusahaan kecil yang belum memiliki keuangan yang stabil.


Salah satu aspek  yang akan mempengaruhi diri seorang pensiunpreneur adalah aspek psikologi dimana mereka akan terjebak untuk siap dan tidak siap dalam bisnis dan bahkan ada yang berniat untuk mundur dari bisnis tersebut. seringkali saya temukan hal ini ketika pensiunpreneur yang merasa lelah dan menyerah dengan kondisi seperti itu.


Yang saya lakukan adalah sharing dengan istri atau bagi yang lain, sharing dengan pasangan hidup. Ada waktunya seorang pensiunpreneur harus melakukan diskusi dengan pasangan hidup tentang kondisi bisnis yang dijalankan karena merekalah orang terdekat dari para pensiunpreneur untuk menghadapi kondisi bisnis yang sulit. Istri adalah orang yang pastinya paling mengerti dengan kondisi setiap pensiunpreneur karena diawal bisnis, mereka sudah diajak untuk berdiskusi tentang bisnis tersebut. Jangan abaikan kondisi istri karena merekalah  yang pastinya dapat membantu menenangkan diri setiap pensiunpreneur.


Inilah yang harus diperhatikan setiap pensiunpreneur dan kalau dilakukan pemikiran awal, berdiskusilah dengan istri tentang bisnis yang akan dijalankan dan jelaskan bagaimana bisnis itu akan dikembangkan. Pastinya seorang istri juga memilki konsep berbisnis dengan baik dan itu menjadi modal bagi para pensiunpreneur untuk menghadapi kondisi tersulit apapun, termasuk kondisi dimana bisnis belum berjalan dengan baik akibat lingkungan bisnis yang tidak stabil. So, ajaklah istri untuk berdiskusi tentang bisnis.


Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: