Aset yang paling berharga dari seorang pensiunpreneur adalah nama baik” demikianlah sharing dari salah seorang peserta pelatihan yang saya berikan beberapa waktu lalu. Pernyataan ini benar-benar membuat saya tertegun karena selama ini yang menjadi perhatian banyak orang adalah bagaimana memiliki produk yang bagus, berkualitas, promosi yang luar biasa serta berbagai aktivitas marketing yang mampu membuat orang tertarik untukmembeli produk


Saya jadi teringat ketika mengawali menjadi seorang pensiunpreneur dimana saya benar-benar tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnis karena berangkat dari bangkrut dari bisnis yang memang tidak saya pahami dengan baik. Bahkan kesalahan utama saya waktu itu adalah saya terlalu percaya kepada orang lain. Akibatnya? Saya mengalami kendala untuk memulai usaha dalam konteks modal usaha yang sangat terbatas.


Salah satu aset yang benar-benar memberikan value untuk saya memulai usaha adalah nama baik yang saya miliki dimata teman-teman yang selama ini saya bantu dan bahkan tidak bermasalah dengan mereka. Padahal, saya tidak pernah memikirkan hal ini sejak lama karena jelas sekali itu bukan lah tujuan saya dalam berbisnis dengan memanfaatkan orang lain dalam konteks dengan menjaga nama baik saya. Terasa sekali ketika akan membangun bisnis, teman-teman saya percaya dengan saya dan mereka


Oleh karena itu, sebagai pensiunpreneur, perlu fokus dalam mempertahankan dan menjaga nama baik mereka masing-masing. sudah jelas bagaimana seorang pensiunpreneur itu memiliki teman-teman yang selama ini mereka bisa berhubungan baik dan tidak bermasalah. Tentulah hal ini akan menjadi aset yang paling utama dalam membangun bisnis. Sebagai contoh, tentu butuh supplier, bisa jadi itu berasal dari teman-teman yang memiliki bahan baku.


Butuh teman-teman yang membantu mendistribusikan produk, tentu butuh teman-teman yang dulu bisa membantu mengantarkan produk kepada konsumen. Bahkan teman-teman itu sendiri juga bisa menjadi seorang konsumen, baik consumer market ataupun business market yang mereka sudah percaya kepada pensiunpreneur dan tidak perlu memikirkan untuk membeli produk karena promosi yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit.


Disinilah seorang pensiunpreneur dituntut untuk bisa menjaga nama baik dimata teman-teman dan stakeholders lainnya. Mari fokus menjaga nama baik. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: