“Saya seringkali menghadapi masa-masa tersulit dalam menjalankan bisnis” demikianlah kata mantan atasan saya yang memilih menjadi seorang pensiunpreneur. Pernyataan tersebut saya dapatkan ketika beliau memang menghadapi masalah pada masa-masa sulit dimana bisnis yang mengalami slow down dan pesaing semakin banyak selain perilaku konsumen juga yang semakin berubah dimana mereka semakin mencari produk-produk yang superior.


Saya semakin teringat dengan pengalaman saya menjalankan bisnis yaitu ketika mengawali diri sebagai seorang pensiunpreneur. Memang pengalaman yang disampaikan oleh mantan atasan saya tersebut sangat terasa dalam bisnis karena diawal memang banyak sekali permasalahan yang timbul dari aktivitas bisnis seperti permasalahan dari keuangan berupa kekurangan modal, pencatatan keuangan yang tidak benar, biaya yang terlalu tinggi.


Permasalahan yang berhubungan dengan pemasaran yaitu target penjualan yang tidak tercapai, kepuasan konsumen yang rendah dengan indikator complain dari konsumen sampai dengan loyalitas yang rendah seperti mereka tidak melakukan pembelian ulang, tidak membeli produk yang lain, tidak memberikan rekomendasi sampai dengan berpindah kepada pesaing. Inilah indikator yang memperlihatkan bagaimana kondisi pemasaran dari bisnis yang dijalankan pensiunpreneur. Adapun pada aspek proses bisnis dengan banyak sekali kesalahan dalam bisnis, defect yang banyak. Demikian juga sumber daya manusia yaitu turn over karyawan yang tinggi sampai dengan produktivitas yang rendah.


Disinilah tantangan para pensiunpreneur dalam berbisnis. Hal ini berhubungan dengan bagaimana tujuan bisnis yang tidak bisa dicapai dan akan mempengaruhi psikis setiap pensiunpreneur. Kegagalan mengelola psikis tersebut akan membuat mereka bisa jadi mundur dalam bisnis dan menyebabkan bisnis nya berhenti total atau bangkrut. Padahal, uang yang di investasikan tidaklah sedikit.


Itulah kenapa perlunya sikap mental yang kuat bagi para pensiunpreneur dalam menjalankan bisnis karena akan membuat mereka tetap berbisnis atau tidak. Sikap mental itu berhuubungan dengan bagaimana konsistensi setiap pensiunpreneur menjalankan dan mengembangkan bisnis. Sikap mental ini dicerminkan pada bagaimana pensiunpreneur melihat peluang, memanfaatkan peluang dan mengintegrasikan seluruh sumber daya mereka dalam memanfaatkan peluang,


Disinilah setiap pensiunpreneur perlu me-recharge diri agar mindset mereka semakin berkembang dan semakin kuat dalam menjalankan bisnis. Yakinlah, mindset kewirausahaan itu sangat menentukan keberhasilan para pensiunpreneur dalam berbisnis.


Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: