“Saya harus berfikir jangka panjang dalam bisnis saat ini karena saya sudah memasuki pasa pensiun” kata salah seorang teman yang memilih untuk menjadi seorang pensiunpreneur setelah bekerja puluhan tahun di salah satu BUMN yang bergerak di teknologi informasi. Memang pada awalnya, saya cukup kaget dengan pernyataan teman tersebut karena beliau masih muda ketika memilih untuk menjadi pensiun dan langsung memilih untuk membangun bisnis yang berhubungan dengan konsultan teknologi informasi.


Saya langsung melihat diri saya sendiri ketika memilih untuk menjadi seorang pensiunpreneur karena berhuubungan dengan pilihan berbisnis atau menjadi karyawan kembali. Hal ini penting bagi saya karena harus menetapkan salah satu pilihan bisnis yang akan menentukan nasib saya ketika memasuki masa pensiun sementara keluarga yang tetap harus dipenuhi kebutuhannya dimasa pensiun tersebut.


Disinilah makna seorang pensiunpreneur harus memiliki strategic thinking dalam berbisnis yaitu bagaimana pensiunpreneur itu harus bisa berfikir jangka panjang dan basisnya adalah bagaimana pensiunpreneur itu bisa membuat analisis terhadap lingkungan internal dan lingkungan eksternal bisnis mereka termasuk lingkungan diri karena inilah yang menentukan keberhasilan dalam berbisnis. Faktor-faktor ini akan mendorong pensiunpreneur untuk bisa menetapkan posisi mereka di pasar serta menetapkan strategi untuk mendapatkan capaian sustainable competitive advatange dan berhasil meningkatkan kinerja bisnis.


Dalam konteks pensiunpreneur, tentu ilmu ini sudah didapatkan ketika menjadi seorang karyawan perusahaan orang lain dimana setiap karyawan harus bisa mengenal perusahaan sendiri dan juga lingkungan eksternal bisnis. apalagi sempat bekerja di perusahaan untuk masa beberapa tahun dan posisi yang sangat strategis seperti manajer, general manajer serta direksi dalam sebuah perusahaan yang pastinya membuat karyawan memahami konteks strategic thinking karena menjalankan peran strategis dalam perusahaan.


Oleh karena itu, ingat lagi aktivitas dan pengetahuan yang didapat selama menjadi seorang karyawan. Mulai dari posisi yang paling rendah karena berhubungan dengan pekerjaan teknis karena sejatinya pensiunpreneur juga harus bekerja teknis. Kemudian lanjutkan pada posisi supervisor, asisten manajer, manajer, general manajer sampai dengan direksi. Inilah yang harus dipahami oleh setiap pensiunpreneur karena ada tingkatan dalam manajerial. Ketika ini bisa diingat dan dipahami, maka akan bisa menjadi ahli strategi dalam menjalankan bisnis.


Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: