Kemaren, pelajaran yang sangat berharga ketika melakukan sebuah presentasi kepada pemerintah dimana mereka mengharapkan sebuah program yang sangat relevan dengan program yang ada di pemerintah itu sendiri. Sebuah penelitian sederhana yang applied atau dapat diimplementasikan dalam pemerintahan itu sendiri.  Tentu hal ini tidak mudah dan harus mendapatkan sebuah pemikiran yang mendalam.


Akan tetapi, ada satu pelajaran yang sangat berharga ketika saya membuat keputusan bisnis yang salah dan berakibat fatal ketika yang mengujinya adalah professor saya sendiri dan memberikan respon yang bagi saya sangat kurang enak. Akan tetapi, sebagai seorang entrepreneur, tetap harus mengambil sebuah pelajaran yang berharga untuk ini.


Dalam kasus kemaren, saya terjebak dengan persepsi yang ada di benak saya sendiri. Memang teman-teman tim lain tidak memberikan sebuah pemikiran dalam bentuk ide yang kongkrit, padahal pernah mengikuti program sejenis dan bahkan memenangkan program tersebut dan menjadi juara untuk menjalankan berbagai program yang sudah diusulkan.


Akan tetapi, saya tidak mau terjebak dalam hal menyalahkan orang lain. Saya mencoba melihat diri sendiri dimana ketika membuat keputusan, tepatnya pada fase problem identification, saya masi terjebak kepada persepsi dan bukannya sebuah fakta atau kenyataan yang seharusnya diberikan dan diharapkan oleh stakeholders. Persepsi yang ada dibenak saya pastinya belum tentu sama dengan yang ada dibenak stakeholders.


Penting untuk dipahami dan bahkan disamakan terlebih dahulu. Apa yang diharapkan oleh setiap stakeholders tersebut untuk melakukan setiap hal yang mereka harapkan kepada saya. Dibutuhkan pemahaman yang mendalam dengan membaca terlebih dahulu apa yang mereka harapkan dalam bentuk petunjuk teknis membuat sebuah pekerjaan.


Akan tetapi, rasanya itu saja belum cukup karena masih berhubungan dengan pengalaman yang ada dan dimiliki oleh orang lain tentang tugas atau pekerjaan. Inilah pentingya memahami konsep persepsi yang harus disamakan tentang hal yang ingin dilakukan. Pengalaman orang lain menjadi faktor kunci juga untuk membuat persepsi itu menjadi benar.


Inilah yang kurang kemaren dimana saya tidak mendalami apa yang dimiliki oleh teman saya yaitu pengalaman mereka dalam mengerjakan pekerjaan yang diharapkan oleh pemerintah. Ketika saya mendalami itu, rasanya, gap antara persepsi saya dengan persepsi stakeholders akan cenderung akan sama sehingga akan jauh lebih bermanfaat untuk mengerjakan hal tersebut. So, fokuslah pada pengetahuan dan pengalaman untuk membangun persepsi yang benar.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: