Pemerintah Jawa Barat, yang dalam hal ini organisasi perangkat daerah atau Dinas-dinas yang berada di pemerintahan provinsi Jawa Barat mulai melakukan rekrutmen untuk program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru Jawa Barat. Lihat saja Dinas Koperasi dan Usaha Kecil atau KUK yang mulai melakukan rekrutmen untuk peserta WUB yang akan mendapatkan pelatihan dalam program yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat. Benefit yang didapatkan oleh wirausaha baru dalam program ini adala pelatihan, pendampingan, pemagangan, serta benefit berupa akses pembiayaan dan berbagai kegiatan seminar serta pameran agar bisa mengembangkan akses pasar untuk produk-produk wirausaha.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajaran yang bisa diambil dari program yang dijalankan oleh pemerintah, khususnya wiruasaha yang berada di Jawa Barat. Kami yakin, pemerintah di daerah lainnya juga menjalankan program yang sama, minimal pemerintah pusat melalui kementrian yang mengembangkan program untuk meningkatkan kompetensi wirausaha. salah satunya kementrian KUMKM yang memang bertugas untuk mengembangkan wirausaha.


Dalam konteks strategic management, hal ini berhubungan dengan salah satu konsep yang memang harus dipahami oleh wirausaha dengan baik yaitu modal sosial atau social capital. Secara konsep, social capital merupakan modal yang didapatkan oleh wirausaha dari hasil mereka membangun jejaring atau networking dan ini relative dengan nol rupiah.


Kalau kitahubungkan dengan wirausaha, rasanya, hal ini sangat relevan karena sejatinya wirausaha itu memiliki keterbatasan dalam keuangan, pemasaran, pengetahuan tentang business process serta kompetensi sumber daya manusia. Oleh karena itu, tengu salah satu strateginya adalah memanfaatkan social capital untuk kepentingan bisnis tersebut.


Beberapa hal yang harus dilakukan wirausaha adalah pertama, memahami kembali konsep bisnis yang mereka jalankan. Knowing your business menjadi basic karena dengan memaham kembali bisnisnya, dengan menggunaakn swot analysis, akan diketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kedua adalah memahami kondisi lingkungan eksternal dari bisnis wirausaha karena ini berhubungan dengan yang ketiga yaitu bagaimana wirausaha itu memetakan stakeholders yang terdiri dari akademisi, perusahaan, komunitas, pemerintah serta media atau yang disebut dengan penthahelix.


Keempat, membangun hubungan baik dengan stakeholders tersebut dengan memulai membangun komunikasi yang baik. ketika ini bisa dilakukan, maka wirausaha bisa menjalankan hal yang kelima yaitu aktif berhubungan dengan stakeholders tersebut. contohnya dalam program wirausaha baru Jawa Barat ini sehingga bisa mendapatkan manfaat ilmu, skill dan sikap untuk mengembangkan bisnis berupa keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Jadi, siap memanfaatkan modal sosial dari stakeholders? Hmmmm….. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: