Ada satu faktor yang selalu dibahas oleh Uda Emha ketika bicara tentang pensiunpreneur untuk sukses yaitu bagaimana lingkungan bisnis sangat berhubungan dengan bisnis.


Kang Asep : “Da, bagaimana sih bisnis itu berhubungan dengan lingkungan bisnis yang selalu ini uda bahas dengan saya?”


Uda Emha : “Saya memang selalu bicara tentang lingkungan bisnis dalam menjalankan bisnis setiap pensiunpreneur”


Kang Asep : “lalu, bagaimana menyikapi lingkungan bisnis ini, da?


Uda Emha : “Setiap pensiunpreneur itu harus sensitive dengan lingkungan bisnis”


Kang Asep : “Nah Lho… kenapa harus sensitive, da? Biasanya kan sensitive itu dengan wanita, ha-ha-ha”


Uda Emha : “ini sensitive dalam artian positif lho.. jangan dimaknai macam-macam ya karena seringkali pensiunpreneur itu tidak sensitive dengan lingkungan”


Kang Asep : “Maksudnya?”


Uda Emha : “lingkungan itu kan ada tiga, lingkungan diri, lingkungan internal bisnis, lingkungan eksternal bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi”


Kang Asep : “Yup.. begitulah selama ini yang uda sampaikan”


Uda Emha : “akibatnya berupa ancaman dan peluang serta kekuatan dan kelemahan bagi pensiunpreneur dalam berbisnis”


Kang Asep : ‘So…..”


Uda Emha : “Pensiunpreneur harus bisa melihat arah perubahannya, dan mengambil sikap atas perubahan tersebut untuk bisa diarahkan menjadi kekuatan untuk perusahaan dan peluang bagi bisnisnya”


Kang Asep : “Itu yang uda maksud selama ini uda mencari peluang dari perubahan bisnis dan menghindari ancaman yang timbul dari lingkungan bisnis?”


Uda Emha :”Betul kang, saya selalu melihat, mendengar, merasakan perubahan dan bagaimana dampaknya bagi bisnis saya”


Kang Asep : “Pantesan akang itu selalu membaca, mendengar dan merasakan apa yang ada di lingkungan bisnis, baik ditingkat lokal, provinsi, nasional serta global. Tidak hanya itu, uda juga selalu bahas tentang konsumen, pesaing, supplier dan distributor selain kondisi internal perusahaan. kadang, saking seringnya uda membahas hal tersebut, saya sendiri sudah sangat terbiasa…”


Uda Emha :”iya.. seperti itulah kang…”


Kang Asep : “bahayyyyyyaaa.. sip kalau begitu, saya akan sensitive sekarang,,,,Nuhun da….”
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: