Dalam satu buku, saya tertarik membahas bagaimana faktor DNA dari seseorang yang mempengaruhi keberashilan mereka menjadi seorang entrepreneur. Ketertarikan ini berawal dari proses belajar mengajar entrepreneurship yang selama ini saya jalankan, belum menghasilkan output dan outcome yang sesuai dengan harapan yaitu berhasil menciptakan entrepreneur sukses dengan basis pengetahuan.


Keberahasilan seorang entrepreneur tersebut diindikasikan dengan bisnis yang bisa memberikan profit, manfaat bagi masyarakat (people), menjaga kelestarian alam (planet), bisnis yang sustainability dengan dimensi waktu minimal 10 tahun dan juga tumbuh dan berkembang dari skala mikro ke kecil, kecil ke menengah dan menengah ke besar. Inilah yang menjadi indikator keberhasilan seorang entrepreneur dalam membangun bisnis.


Selama proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas, tingkat keberhasilan anak muda yang berbisnis masih rendah karena memang mereka memperlihatkan indikator yang belum memuaskan dalam bisnis mereka. Indikator yang bisa digunakan untuk emlihat kemajian bisnis mereka dan sangat disayatngkan hal ini bisa terjadi karena effort yang dikeluarkan untuk membuat mereka bisa berhasil dalam bisnis tersebut juga tidak sedikit.


Pelajaran yang sangat berharga untuk membuat mereka berhasil dalam bisnis adalah seringkali entrepreneur memilih bisnis yang tidak sesuai dengan potensi diri mereka. Sederhana, akan tetapi sangat penting untuk dianalisis dan diperbaiki dalam rangka peningkatan bisnis para entrepreneur dan juga keberhasilam mereka dalam mengelola bisnis tersebut. Negera ini membutuhkan entrepreneur yang benar-benar bisa membuat bisnis dengan skala menengah dan besar agar dapat berkontribusi kepada penerimaan negara melalui pajak, devisi, pembukaan lapangan pekerjaan dan lain-lain.


Inilah target yang harus dicapai oleh setiap entrepreneur dan saya sebagai dosen dan pembina entrepreneur muda di kampus widyatama dan GIMB Entrepreneur School, merasa terpanggil untuk mendalami hal ini. Bagaimana membuat entrepreneur memilih bisnis yang sesuai dengan potensi diri mereka masing-masing. Inilah tantangan yang harus diselesaikan. Tujuannya jelas, untuk menciptakan entrepreneur sukses dalam bisnis mereka.


Potensi inilah yang menjadi awal pemikiran untuk meng-create entrepreneur sukses tadi. Potensi diri setiap orang itu berbeda-beda dan harus digali dengan metode atau cara yang tepat agar dihasilkan penemuan potensi yang tepat dari setiap calon entrepreneur. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dengan pihak yang kompeten dengan hal ini, seperti biro psikologi yang memiliki tool-tool yang tepatuntuk mengetahui potensi setiap calon entrepreneur.


Pengalaman yang dilakukan oleh PWP dengan biro psikologi dengan mengadakan penelitian bersama terhadap calon entrepreneur juga menunjukkan bahwa tool-tool yang tepat sangat dibutuhkan untuk mendapatkan ketepatan potensi diri seorang calon entrepreneur. Hasilnya? Luar biasa dan menunjukkan bagaimana seorang calon entrepreneur memilikipotensi yang seringkali tidak terbayangkan oleh diri mereka. Potensi yang melekat dalam diri, tetapi, tidak diketahui.


Sekarang, saya menyadari bahwa calon entrepreneur perlu mendaaptkan tool untuk mengenali potensi diri dalam bisnis sehigga para calon entrepreneur bisa fokus mengembangkan potensi tersebut dan memilik bisnis yang sesuai dengan potensi diri. sukses buat kita semua.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: