Kami selalu diingatkan oleh teman kemaren ketika berdiskusi tentang bagaimana mencapai tujuan seorang entrepreneur yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil dan menengah serta besar. Jelas, untuk mencapainya tidaklah gampang. Semuanya ada proses dan setiap orang harus menikmati proses tersebut agar bisa menjalaninya dengan nyaman. Rasanya, hal ini sudah seringkali dibahas karena memang inilah jantungnya bisnis yaitu bagaimana membuat proses yang efektif dan efisien.


Banyak tools yang digunakan untuk membuat proses itu bisa berjalan dan diantaranya adalah Total quality control, total quality management, six sigma. Akan tetapi, ada satu hal yang paling mendasar yaitu bagaimana setiap proses itu harus didasarkan kepada konsep continues improvement atau perbaikan terus menerus. Konsep ini selalu menjadi pegangan entrepreneur dalam menjalankan proses bisnis yang dimiliki oleh perusahaan.


Continues improvement merupakan bagaimana setiap entrepreneuer lakukan perbaikan terus menerus atas proses yang ada. Setiap perusahaan memiliki proses yang berbeda-beda karena bisnis entrepreneur itu berada dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah, meskipun bisnis mereka sama dalam konteks core bisnis nya. Tidak bisa setiap entrepeneur mengganggap sama proses bisnis mereka.


Inilah temuan saya di antara para GIMBers yang rata-rata memiliki bisnis fashion, kuliner, pendidikan, property, online shop. Bisnis entrepeneur tidak akan lepas dari kelompok bisnis tersebut. akan tetapi, dari bisnis mereka, terlihat bagaimana proses bisnis mereka selalu berbeda satu dengan yang lain karena tiga lingkungan yang ada dalam setiap diri entrepeneur yaitu individu entrepreneur tersebut, lingkungan internal dan lingkungan eksternal mereka.


Untuk melakukan perbaikan terus menerus, pertama, petakan proses bisnis yang ada. Proses bisnis ini penting untuk dipetakan karena dari sinilah awal yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur. seperti yang sudah dijelaskan, proses bisnis itu jantungnya perusahaan karena menentukan profitabilitas perusahaan, baik dari aspek revenue maupun dari aspek cost.


Kedua, buat SOP. Tuliskan apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis membuat proses bisnisi itu menjadi lebih baik. menuliskan apa yang selama ini dikerjakan akan membuat proses berjalan dengan baik. jangan mengcopy paste proses bisnis orang lain karena akan berdampak kepada bisnis itu sendiri dalam menjalankannya. Serngkali orang terjebak pada langsung copy paste proses bisnis orang lain.


Ketiga, jalankan SOP. Menjalankan SOP itu penting karena akan memberikan value tersendiri agar terarah dalam menjalankan proses bisni itu sendiri. SOP itu pegangan setiap orang dalam perusahaan dan akan sangat bearti ketika bisa membuat keteraturan dalam pelaksanaannya. Keteraturan inilah yang dibutuhkan agar jelas apa yang terjadi dalam perusahaan.


Keempat, cata setiap kondisi dalam proses. Seorang entrepreneur harus mencatat setiap apa yang terjadi dalam proses bisnis tersebut. seringkali akan ditemui penyimpangan dalam proses, dimana adanya gap antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Gap inilah yang harus dicatat olehpara entrepeneur.


Kelima, cari pembanding yang terbaik. Mencari pembanding dengan melihat teori yang ada. Inilah yang membuat seorang entrepreneur harus menjadi pembelajar dan juga knowledge based young entrepeneur dalam bisnis mereka. tidak bisa dipungkiri bahwa setiap entrepeneur itu harus bisa menyempatkan diri untuk belajar, belajar dan belajar untuk mendapatkan konsep bisnis tersebut


Keenam, lakukan perbaikan. Perbaikan inilah yang sangat penting bagi proses bisnis entrepreneur. belajar dari perusahaan besar, mereka sangat memperhatikan aspek ini agar bisa memberikan efisiensi dari aspek cost dan juga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: