Salah satu materi yang diberikan kemaren di kelas entrepreneurship di Universitas widyatama adalah tentang bagaimana meningkatkan knowledge, skill dan attitude para mahasiswa tentang entrepeneurship itu sendiri. hal ini penting agar mereka tidak terjebak kepada aspek-aspek yang berhubungan dengan konseptual semata dan juga teori-teori yang sudah lama ada.


Peningkatan knowledge, skill dan attitude tersebut sangat penting diberikan dan salah satu cara yang bisa diambil adalah dengan menerapkan knowledge management dalam proses pembelajaran. Ada empat tahapan dalam knowledge management ini yaitu create, structure, share dan apply. Sekarang fokus kepada creating knowledge dulu.


Untuk menciptakan pengetahuan tersebut, bisa dari pesaing yang dalam hal ini merupakan source dari pengetahuan itu sendiri. pesaing memiliki potensi yang luar biasa kalau benar-benar dimanfaatkan untuk bisnis para entrepeneur. konsep coopetitive dimana sambil bersaing, juga dilakukan kerjasama adalah strategi yang seringkali digunakan oleh banyak entrepreneur didunia ini.


Oleh karena itu, perlu disadari kembali bagaimana setiap entrepreneur bisa belajar dari pesaing, dalam artian bagaimana entrepreneur dapat mengambil pelajaran dari pesaing tersebut, baik dari aspek strategi, keuangan, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia yang menjadi resources dan bahkan capital bagi perusahaan itu sendiri. tidak ada pengecualian dari para entrepreneur untuk tidak concern terhadap hal tersbeut.


Inilah yang dapat diambil pelajaran dari kelas entrepreneurship kemaren dan sekarang, tinggal bagaimana para entrepreneur bisa menganalisis dan melakukan konsep ATM yang sudah bisa teman-teman lakukan dan ketika memodifikasi, bisa menggunakan konsep SCUMPS….. sukses buat kita hari ini.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: