Dalam program Pensiunpreneur Siapa Takut yang tayang di Bandung TV kemarin, saya mendapatkan satu pertanyaan dari host acara ini yaitu Kuswandi Taufik tentang bagaimana kekuatan seorang karyawan yang memilih menjadi seorang pensiunpreneur. Kekuatan dalam mendesain bisnis karena saya selalu menyatakan bahwa bisnis itu adalnya adalah create money atau Ujung-Ujungnya Duit dalam konteks profit. Tentu juga yang lain adalah vreate value atau menciptakan sebuah nilai bagi share holders, konsumen, masyarakat sampai dengan alam. Siaran ulang pensiunpreneur ini dapat dilihat di www.strabiztv.com.


Jawaban sederhana saya adalah bagaimana kekuatan seorang pensiunpreneur dalam melakukan conceptual thinking atau berfikir konseptual. Hal ini menjadi penting bagi para pensiunpreneur karena berhubungan dengan  bagaimana mendesain bisnis dengan baik dan optimal untuk memberikan kinerja sesuai dengan yang ditargetkan. Jelas, bagaimana seorang pensiunpreneur itu dituntut untuk bisa membuat gambaran bisnis mereka dalam fikiran dan dituliskan.


Saya yakin hal ini sudah biasa dilakukan oleh pensiunpreneur dengan basis mereka bekerja di perusahaan dan sudah terbiasa melakukan hal tersebut ketika manajemen perusahaan tempat bekerja dulu meminta untuk melakukan hal yang sama yaitu membuat konsep.


Hal ini benar-benar terasa bagi saya karena dalam menjalankan STRABIZ Manajemen Bandung, saya dari awal sudah mendesain sebuah konsep untuk menjadi seperti apa ini perusahaan. Konsep starts from the end atau berfikir dari akhir memang sangat melekat dalam fikiran saya ketika harus bisa mendesain perusahaan ini dalam kerangka sebuah bisnis dan korporasi yang terdiri dari tiga divisi dalam menjalankan bisnis.


Oleh karena itu, seorang pensiunpreneur harus benar-benar bisa mendesain fikiran mereka dalam konteks conceptual thinking untuk bisnis mereka. Mulai dari menetapkan aktivitas bisnis dari aspek keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia serta teknologi informasi untuk memberikan kinerja yang optimal. Setiap fungsi manajemen harus benar-benar di desain oleh para entrepreneur sampai dengan sumber daya yang dibutuhkan serta Standard Operating Procedures (SOP) yang ada di perusahaan.


Inilah yang harus diperhatikan oleh setiap pensiunpreneur dan akan mampu membuat bisnisnya lebih inovatif dan memiliki daya saing dalam bisnis untuk bisa menghasilkan bisnis yang sesuai dengan target kinerja perusahaan. Manfaatkan pengetahuan dan pengalaman dalam mendesain bisnis selama bekerja dulu dalam bisnis sendiri. Masih takut jadi pensiunpreneur.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: