Ada satu berita yang menarik bagi masyarakat Indonesia saat ini yaitu bagaimana kondisi politik yang berubah begitu cepat seiring dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta untuk putaran kedua yang tepatnya akan diaksanakan pada tanggal 19 April 2017. Kondisi politik begitu cepat berubah untuk mendapatkan kemenangan di putaran kedua ini, antara partai pendukung Ahok –Jarot dan part pendukung Anies – Sandi. Partai yang mendukung masing-masing pasangan sangat concern untuk meningkatkan elektabilitas pasangan yang didukung.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajaran yang berharga untuk diterapkan dalam bisnis masing-masing. Hal ini berhubungan dengan bagaimana seorang entrepreneur harus mengerti politik dengan baik. Mungkin bagi sebagian orang, aneh kok entrepreneur harus mengerti politik karena itu kan dianggap sebagai domain yang berbeda dengan para entrepreneur. secara kasat mata, memang bisa diterima logika ini karena berhubungan dengan apa yang tampak dan dipelajari dalam kajian keilmuan.


Akan tetapi, sejatinya, kedua memiliki kesamaan dalam konteks ilmu dan aplikasi dalam bisnis. Kenapa demikian? Karena kalau dilihat secara mendalam, politik itu bermakna sebagai sebuah siasat dalam menjalankan sesuatu untuk mencapai tujuan. Siasat yang kalau dilihat secara lebih mendalam, dalam kehidupan ini juga manusia bersiasat karena banyaknya kondisi yang harus dihadapi dan menuntut manusia bisa melewatinya dengan baik.


Demikian juga dengan bisnis dimana bisnis itu berada dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi sehingga dituntut siasat yang tepat. Hanya saja, dalam bisnis, ada lingkungan politik juga yang tidak bisa dihindari yang bisa menjadi peluang ataupun ancaman. Kondisi politik negara yang diperlihatkan oleh para pemimpin dan pemerintah harus terus diamati dan dipahami dengan baik.


Hal ini berhubungan dengan kebijakan yang berhubungan dengan bisnis itu sendiri dan ataupun dengan kondisi bisnis kedepannya. Lihat saja kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan ataupun kebijakan bersama Dewan Perwakilan rakyat yang berhubungan dengan iklim investasi. Hal ini harus dicermati dengan baik.


Selain itu, perlu juga entrepreneur melakukan advokasi terhadap suatu kebijakan yang relevan engan kepentingan bisnis karena tidak semua pemimpin itu adalah orang-orang yang paham dengan bisnis sehingga dapat diarahkan dengan baik. advokasi mentuntut setiap entrepreneur untuk benar-benar perlu memahami kondisi politik dengan baik. Disinilah makna bahwa entrepreneur harus melek politik dengan baik. Bagaimana dengan anda? Hmmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: