Sebagai seorang entrepreneur, mengelola otak menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki agar terus bisa konsisten menjadi entrepreneur sukses dalam rangka mencapai tujuan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil menengah dan besar. Tetap harus fokus kepada tujuan yang sudah ditetapkan.


Ketika belajar tentang brain management, saya merasakan bagaimana kekuatan tujuan yang sudah ditetapkan oleh para entrepreneur bisa menjadi bagian dari proses braing management itu sendiri. Hal ini diperkuat oleh buku Seven Habit yang menyatakan start from the end dimana sejatinya seorang entrepreneur itu harus bisa memulai dari tujuan akhir dulu agar bisa menjalankan bisnis dengan baik dan mencapainya secara optimal. Tidak bisa dipungkiri kalau entrepreneur harus benar-benar fokus kepada tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.


Lalu, bagaimana dengan brain atau otak itu sendiri? Otak menurut saya melakukan sebuah proses panjang dan ketika seorang entrepreneur sudah bisa membuat tujuan yang jelas, maka itu akan menjadi mindset atau sikap mental dalam diri mereka dalam aktivitas sehari-hari. Tidak boleh dipandang remeh karena berhubungan dengan bagaimana mereka sel-sel otak yang saling berhubungan.


Inilah kekuatan yang harus dimanfaatkan oleh para entrepreneur dalam berbisnis yaitu kekuatan otak. Hanya saja, seorang entrepreneur perlu sadar bahwa otak itu juga bisa tumpul karena banyak hal dan salah satunya adalah bagaimana entrepreneur tidak fokus pada satu tujuan.


Hal ini harus disadari oleh para entrepreneur dalam berbisnis karena akan menentukan kualitas pemikiran mereka. Kalau dihubungkan dengan tujuan tadi, sudah sejatinya seorang entrepreneur mampu membuat tujuan yang specific yaitu sangat detil. Semakin spesifik akan semakin berarti tujuan tersebut. Aspek kedua dalam tujuan adalah terukur atau measurable. Hal ini penting bagi entrepreneur dalam tujuan mereka karena akan menjadi bahan evaluasi dan kontrol. Banyak orang tidak mampu membuat tujuan bisnis nya secara terukur sehingga mengalami kendala di evaluasi.


Aspek ketiga berhubungan dengan attainable. Apakah tujuan tesebut bisa dicapai. Dalam hal ini, entrepreneur harus memperhatikan kemampuan mereka untuk mencapainya atau tidak. Hal ini akan mempengaruhi otak juga. Jangan dipaksakan. Aspek keempat adalah membuat tujuan yang realistic.  Tentu berhubungan dengan melihat kondisi lingkungan disekitar para entrepreneur apakah ada dukungan atau tidak.


Yang terakhir berhubungan dengan time table dimana entrepreneur dituntut untuk bisa menyelesaikan sesuai dengan jadwal yang ada sehingga menuntun para entrepreneur dalam setiap aktivitas untuk mencapai tujuan mereka.


So, saatnya entrepreneur mulai peduli dengan tujuan dari setiap aktivitas bisnis mereka.   
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: