Hari Senin, 15 April 2017, pertandingan antara dua tim besar dalam liga Indonesia 1 yaitu Persib dan Arema Cronus di Gelora Bandung Lautan Api (GLBA). Luar biasa pertandingan ini karena dijalani oleh dua tim yang sedang on fire dan bertaburan pemain bintang dengan tujuan dapat memenangkan pertandingan dan menjadi yang terbaik. Tim Persib sendiri diisi oleh pemain lokal yang berkualitas, pemain yang pernah bermain di liga eropa yaitu Essein,Cole, dan Vujovic dan tambahan Matsunaga dari Jepang. Demikian juga dengan tim Arema Cronus. Adapun hasil yang dicapai adalah skor kaca mata alias kosong-kosong.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajarang yang bisa diambil dari pertandingan ini karena jelas relevan dengan para entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Pertama adalah bagaimana seorang entrepreneur harus memiliki spirit untuk memenangkan persaingan. Hal ini relevan dengan pertandingan antara kedua tim. Dalam konteks ini, jelas sekali seorang entrepreneur harus memiliki mindset untuk memenangkan persaingan. Kalau dilihat secara mendalam, terlihat bagaimana ini menjadi sebuah dimensi dari entrepreneurial mindset.


Setiap entrepreneur harus memiliki pola pikir dan sikap mental untuk bisa memenangkan persaingan dari setiap bisnis yang dijalankan. Entrepreneur harus ingat bahwa persaingan itu adalah hal yang nyata di tengah tingginya perkembangan bisnis saat ini dan yang akan dating. So, mindset kewirausahaan dengan basis harus mememangkan persaingan adalah wajib dimiliki oleh para entrepreneur.


Pelajaran kedua adalah bagaimana seorang entrepreneur harus bisa mengelola sumber daya atau resources yang ada dalam perusahaan untuk bisa memberikan kontribusi yang optimal bagi bisnis. fokusnya adalah sumber daya manusia. Sama seperti di tim Persib dan Arema Cronus yaitu bagaimana pemain bintang itu bisa dipetakan kompetensi masing-masing dan ditempat di posisi yang tepat sehingga mereka dapat memerikan kontribusi yang optimal kepada tim.


Memang untuk melakukan hal ini, bukanlah sesuatu yang gampang dan mudah karena berhubungan dengan kemampuan melihat kebutuhan bisnis  dan menganalisis potensi dari masing-masing anggota tim dalam perusahaan. Selanjutnya adalah memberikan gambaran tugas yang jelas selain target yang hendak dicapai oleh setiap entrepreneur.


Yang tidak kalah penting adalah menyesuaikan antara potensi setiap anggota tim dengan target yang ada sehingga tercapai kesesuaian antara yang dibutuhkan oleh perusahaan dan yang dimiliki oleh setiap anggota tim. berikan arahan yang jelas serta dukungan infrastruktur adalah sesuatu yang mutlak diberikan dan demikian juga dengan evaluasi atas hasil seperti hasil kosong-kosong.


Bagaimana dengan anda? Siap mengelola para pemain bintang dalam tim? hmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: