Beberapa media saat ini, baik media televisi ataupun cetak serta media sosial membahas hal-hal yang berhubungan dengan pejabat yang seringkali kurang tepat dalam menggunakan pakaian ketika menghadiri acara kenegaraan. Bahasan ini berkembang ke berbagai hal yang bahkan berhubungan dengan image dari pejabat tersebut. Hal ini semakin berkembang ketika sudah masuk ranah social media dimana setiap orang bisa memberikan pandangan atas kejadian tersebut. tentu akan ada yang berpandangan negative dan ada juga yang positif.

Sebagai seorang pensiunpreneur, tentu ada pelajaran yang sangat berharga yang bisa diambil dari kejadian ini. apa itu? Bagaimana seorang pensiunpreneur dituntut untuk bisa mengelola personal branding dan reputasi diri dan bisnis, yang salah satunya berhubungan dengan penampilan karena berhubungan dengan image dibenak stakeholders kepada mereka. Hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi reputasi setiap pensiunpreneur dalam menjalankan bisnis.

Pensiunpreneur harus menyadari akan hal ini karena sejatinya merkea sendiri adalah produk bagi konsumen dan yang paling awal “dibeli” konsumen adalah reputasi mereka sendiri. Kalau hal ini gagal dipahami dan dijalankan oleh para pensiunpreneur, maka gagal lah mereka membangun bisnis untuk yang bisa memberikan superior value kepada stakeholders dan diri mereka sendiri.

Oleh karena itu, para pensiuinpreneur perlu melakukan beberapa hal yaitu pertama, pensiunpreneur harus memiliki mindset atau sikap mental yang diawali oleh pola pikir bahwa reputasi itu adalah aset yang paling utama dalam memulai bisnis. Konsumen belum membeli produk, tetapi, lebih dulu membeli reputasi mereka dimata saudara, teman dan bahkan relasi yang sudah terbentuk seja dia menjadi karyawan dulu. Mindset ini menjadi fondasi bagi para pensiunpreneur dalam membangun bisnis.

Kedua, mengenali konsep diri sebagai seorang pensiunpreneur karena akan berat sekali kalau menjual sebuah produk kalau tidak didukung reputasi diri para pensiunpreneur. Ketiga, mengenali target pasar produk yang dihasilkan oleh para pensiunpreneur. Hal ini akan memberikan gambaran tentang perilaku konsumen dan juga need, want serta demand setiap konsumen.

Keempat, perkuat konsep diri, pola pikir, ucapan, tindakan dan bahkan penampilan para pensiunpreneur. Perhatikan aspek-aspek ini karena saling berhubungan dalam membangun reputasi diri. Jangan sampai salah kostum karena akan menjadi bahasan stakeholders. Kelima, berikan produk yang berkualitas serta layanan yang prima kepada konsumen karena aspek ini menjadi penentu sebagai moment of truth kepada konsumen.

Keenam, lakukan evaluasi secara berkala terhadap reputasi yang sudah terbangun di benak konsumen. hal ini menjadi penting karena disinilah keluaran dari program membangun reputasi tersebut. caranya? Bisa melakukan kuesioner kepada para stakeholders. Yang terakhir adalah lakukan perbaikan terus
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: