Membaca perkembangan media sosial saat ini, terlihat sekali bagaimana ketersediaan informasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan lain-lain. Pihak penyedia informasinya pun berasal dari berbagai sumber yang tidak harus menjadi seorang jurnalis atau bahkan seorang dosen. Akibatnya, pemerintah menjadi khawatir dengan membentuk aplikasi yang bisa menyaring informasi yang kurang tepat.
Sebagai seorang pensiunpreneur, tentu ada nilai yang bisa diambil dari kondisi tersebut. Apa itu? Berhubungan dengan konsep dasar seorang pensiunpreneur dalam menjalankan bisnis harus menjadi seorang pembelajar atau a learner. Ada satu konsep dasar yang kami pahami bahwa tidak ada teori yang menyatakan bahwa seorang yang bukan tamatan sekolah atau kuliah dari jurusan bisnis dan manajemen tidak boleh jadi pensiunpreneur. TIDAK ADA. Akan Tetapi, pensiunpreneur harus menyadari bahwa ketika mereka akan menjadi seorang pensiunpreneur harus menguasai ilmu entrepreneurship, ilmu bisnis, ilmu manajemen dan ilmunya Allah SWT.
Oleh karena itu, setiap pensiunpreneur memang harus menjadi seorang pembelajar. Hal ini untuk mengejar dan meningkatkan EXPLICID KNOWLEDGE. Bedanya, para pensiunpreneur sudah memiliki TACID KNOWLEDGE berupa ilmu bisnis dan manajemen yang pernah didapatkan ketika menjadi seorang karyawan diperusahaan. Yang perlu ditambahkan adalah ilmu entrepreneurship yang tidak didapatkan di tempat kerja.
Salah satu sumber ilmu itu adalah internet yang sudah sangat tersedia dengan mudah. Disinilah hakekatnya seorang pensiunpreneur menjadi seorang pembelajar. Pertama, harus memiliki mindset seorang pembelajar dalam diri seorang pensiunpreneur. Hal ini penting karena dasar bagi pensiunpreneur untuk jadi pembelajar. Kedua, memetakan ilmu yang belum dimiliki atau kurang dimiliki para pensiunpreneur.
Ketiga adalah mulai mencari dan membaca jurnal atau tulisan atau artikel yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan tentang entrepreneurship, bisnis, manajemen dan ilmu agama yang relevan dengan bisnis.  keempat, pensiunpreneur mencatat poin-poin penting yang relevan dengan bisnis dan manajemen yang dijalankan oleh para pensiunpreneur.
Kelima adalah membagikan dalam bentuk tulisan kepada diri sendiri dan orang lain, khususnya karyawan para pensiunpreneur ilmu yang didapat terebut. Keenam, barulah tahap yang paling penting yaitu bagaimana menerapkan dalam bisnis sendiri. Ini menentukan sejauh mana pengetahuan yang didapat dari internet dapat memberikan value kepada diri dan bisnis para pensiunpreneur. Yang terakhir, yang tidak kalah penting adalah pensiunpreneur harus melakukan evaluasi dan menggali ilmu baru untuk kepentingan bisnisnya. Hmmmm.. bagaimana dengan anda? Apakah sudah memiliki mindset menjadi seorang pembelajar dan menjadikan internet sebagai salah satu sumber ilmu?
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: