Beberapa hari ini masyarakat Indonesia disibukkan dengan polemik yang berasal dari kebijakan kementrian agama Republik Indonesia seputar rekomendasi 200 ulama untuk memberikan ceramah kepada umat muslim.  Dua ratus ulama tersebut dipilih berdasarkan rekomendasi dari beberapa pihak berdasarkan beberapa indikator yang disampaikan oleh Menteri Agama. Hanya saja, niat baik untuk memberikan referensi ulama untuk berceramah kepada umat ini tidak berdampak positif buat masyarakat muslim Indonesia. Banyak yang menentang kebijakan pemerintah ini dan pastinya akan memberikan efek negatif bagi pemerintah Indonesia, khususnya kementrian Agama Republik Indonesia.

Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini karena berhubungan dengan kebijakan strategis bagi banyak orang. Disinilah konteks bagaimana entrepeneur harus benar-benar memahami konteks pengambilan keputusan strategis bagi perusahaan. kenapa demikian? Kalau diamati dengan mendalam, jelas sekali keputusan seorang entrepeneru tidak hanya berdampak kepada diri mereka, akan tetapi akan berdampak juga kepada banyak orang, termasuk konsumen, karyawan, distributor, supplier bahkan pesaing. Demikian juga dengan pemerintah, perbankan dan lain-lain. 

Keputusan adalah hasil dari sebuah proses panjang yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur agar bisa memberikan value yang optimal dan bahkan mampu memberikan superior value bagi perusahaan. kenapa demikian? Karena pada hakekatnya, setiap keputusan itu melewati sebuah proses atau beberapa tahap yaitu mulai dari problem identification, search for alternative solution, evaluation alternative solution, decide, implementation dan juga evaluation dari setiap keputusan. 

Apalagi keputusan yang bersifat stratejik yang pastinya memiliki karakteristik yaitu dipengaruhi oleh lingkungan, melibatkan banyak orang dan bahkan berdampak meluas serta jangka panjang. Semuanya harus diperhatikan dengan baik agar keputusan tersebut tidak merugikan pihak-pihak tertentu yang pada akhirnya juga akan berdampak kepada entrepreneur itu juga. 

Oleh karenta itu, entrepreneur harus menyadari bahwa tugas utama mereka itu membuat keputusan untuk bisa memberikan value kepada perusahaan. Kedua, pahami dulu fenomena masalah agar bisa didapatkan sebuah akar masalah yang akan dicari alternative solusinya. Ini penting karena jangan hanya menetapkan satu pemikiran sebagai sebuah solusi sementara masih ada beberapa alternative solusi untuk memecahkan akar masalah tersebut. selanjutnya entrepreneur harus bisa melihat berbagai stakeholders yang akan kena dampak dari keputusan tersebut sehingga kalau sudah tepat, tidak akan ada pihak yang komplain dengan keputusan tersebut. bagaimana dengan anda? Hmmm…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: