Ada hal yang menarik ketika bicara memulai bisnis bagi para calon pensiunpreneur yaitu terlalu jauh mikirnya untuk memilih sebuah bisnis. Biasanya yang terpikir adalah bagaimana memulai bisnis restoran, kuliner, agro bisnis, bengkel dan lain-lain dengan modal yang tidak sedikit dan pastinya membutuhkan waktu yang banyak. Padahal, kenyataanya, uang terbatas, pengetetahuan terbatas, waktu terbatas karena masih kerja dan yang paling penting, mental belum siap untuk berbisnis.

Kenapa malu kerjasama bisnis dengan istri? Sementara itu, istri sudah mulai berbisnis di rumah dengan membuka kuliner, fashion, berdagang sembako, bertani dan lain-lain. Sadar atau tidak sadar, istri sudah memberikan satu peluang besar untuk menjadi seorang pensiunpreneur bagi seorang karyawan laki-laki yang ingin berbisnis.

Sekarang, putuskan untuk bekerjasama dengan istri. Apa yang dibutuhkan istri dalam bisnisnya? Bantu mereka memperkuat sisi manajemen bisnis dan jejaring. Inilah biasanya yang dibutuhkan oleh istri.

Disatu sisi, istri sudah punya konsep bisnis dan mampu menjalankan bisnis. Artinya, dari sisi entrepreneurship, istri sudah punya. Sekarang, perkuat konsep bisnisnya seorang istri dengan pengetahuan dan pengalaman bapak sebagai karyawan karena konsep bisnis itu adalah CREATE MONEY dan CREATE VALUE.

Terakhir, mulai terakan manajemen untuk membuat bisnis istri tersebut bisa tumbuh dan dan berkembang dengan menerapkan manajemen stratejik, keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia serta teknologi informasi yang notabene sudah didapat di tempat kerja.

Sekarang, masih bingung memulai bisnis? Kerjasama dengan istri mengembangkan bisnis yang sudah dimulainya.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: