Terima kasih pa Hanan, Pensiunpreneur PTPN 8 atas tanggapan materi ke 11 kemarin dan berhubungan dengan 30% uang pesangon, ada yang memberikan tanggapan bagaimana kalau tidakturun secara bersamaan?
 
Hal ini adalah fenomena yang terjadi dan bahkan ada jugayang bilang, bagaimana kalau kami tidak punya uang pesangon. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri untuk menjadi seorang pensiunpreneur. 
 
Hal pertama kali dilakukan adalah melihat kesehatan keuangan keluarga bapak dan Ibu. Lihat berapa ada uang di tangan, uang ditabungan, perhiasan sampai dengan kendaraan, tanah dan rumah yang dinilai dengan uang. Inilah asset yang bapak dan ibu miliki. Lalu, lihat juga hutang yang harus dibayar. Ingat, lunasi hutang sebelum pensiun.  Hal ini harus dibahas berdua dengan pasangan hidup.
 
Setelah itu, barulah dilihat mana asset yang tidak produktif dan bisa dijual dulu untuk modal usaha karena jangan pernah berhutang dulu untuk memulai bisnis, kecuali untuk pengembangan bisnis. Atau pilihan lain adalah kerjasama bisnis dengan modal dari rekan bisnis dan ini bisa menutupi uang pesangon yang belum cair tersebut. 
 
Inilah yang harus bapak dan ibu lakukan ketika menghadapi kondisi dimana  pensiun belum cair ataupun tidak ada uang pesangon untuk memulai bisnis.  So, masih takut jadi pensiunpreneur? Masih punya alasan untuk berlum berbisnis? Sekaranglah waktunya calon pensiunpreneur memulai bisnis atau TIDAK SAMA SEKALI.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: