Pak Meriza, saya calon pensiunpreneur dan sembari menunggu waktu pensiun, saya sudah mulai bisnis kecil-keil. Hanya saja, saya terkendala dalam hal pembiayaan. Bagaimana solusi mendapatkan dana untuk membuat bisnis ini bisa jalan dan tumbuh serta berkembang?

Hmmmmmm..rasanya, ini bukanlah pertanyaan yang pertama kali saya dapatkan dari teman-teman calon pensiunpreneur. Saya juga merasakan hal yang sama ketika memulai usaha karena tentunya kebutuhan dana sesuai pilihan bisnis dan bisnis yang saya pilih berhubungan dengan modal dalam bentuk uang. Apalagi bisnis saya berhubungan dengan media.

Yang saya lakukan pertama adalah menganalisis kondisi keuangan sendiri atau keluarga. Hal ini harus kita petakan dulu karena disitu terlihat kondisi keuangan karena memang bisnis itu mulai dari uang sendiri dan keluarga. Bahas ini dengan pasangan hidup.

Kedua adalah mencari pendanaan dari keluarga atau saudara, tetapi dalam konteks bisnis. Artinya, buat hitungan bisnis dimana ada bagi hasil dengan mereka. Demikian juga dengan teman-teman.

Selanjutnya, dari lembaga keuangan non perbankan seperti koperasi karena dari koperasi kita dapat dua, pinjaman dan nanti dapat sisa hasil usaha. Atau mendapatkkan dana dari program kemitraan dan bina linkungan. Selanjutnya, perbankan. Pastinya ada asset pribadi yang dijaminkan. Ada pilihan lainnya adalah bekerjasama dengan orang artinya, saham dibagi dengan orang lain.

Inilah beberapa alternative pembiayaan untuk usaha calon pensiunpreneur. So, masih takut jadi pensiunpreneur? Masih punya alasan untuk tidak berbisnis karena ngga ada modal? Sekaranglah waktunya calon pensiunpreneur memulai bisnis. .
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: