Melemahnya nilai mata uang rupiah mendekati Rp.14.500/dolar adalah satu fakta yang tidak bisa dielakkan oleh para entreprenur dalam berbisnis. Mungkin secara langsung belum terasa karena pasti efeknya akan membutuhkan waktu. Lihat saja bagaimana harga bahan baku mulai merangkak naik, daya beli masyarakat mulai turun.

Disinilah entrepreneur ditantang untuk bisa mengelola keuangan perusahaan dengan baik dan optimal. Financial management menjadi salah satu kompetensi dasar setiap entrepreneur dalam membuat bisnisnya bisa bertahan dalam persaingan, perubahan lingkungan bisnis serta adanya ancaman dari kondisi politik, ekonomi social, budaya, serta teknologi.

Ada dua konsep yaitu pertama keuangan dan yang kedua adalah manajemen. Kedua konsep ini saling berhubungan dan harus dipahami oleh setiap entrepreneur.

Bicara keuangan, hal yang harus dipahami adalah bagaimana seorang entrepreneur bisa memahami konsep pengganggaran, mendapatkan sumber dana untuk bisnis, mengelola keuangan, mengelola biaya, investasi dan bahkan pembayaran deviden.

Hal lainnya yang perlu dipahami oleh entrepreneur adalah berhubungan dengan akuntansi yaitu berupa pencatatan keuangan berbasis standard akuntansi yang menghasilkan neraca, laporan laba rugi, arus kas serta perubahan modal. Yang terakhir adalah sejauh mana entrepreneur memahami pajak.

Adapun aspek manajemen berhubungan dengan seorang entrepreneur harus menerapkan perencanaan, pengorganisasian serta implementasi serta pengontrolan atas apa yang sudah dicapai dan dibandingkan dengan target yang sudah ditetapkan.

Konsep manajemen inilah yang diterapkan pada keuangan yang ada di perusahaan sehingga pengelolaan keuangan perusahaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: