Waaah.. bisnis? Saya ngga punya modal,pak.. Demikianlah pernyataan awal dari beberapa calon pensiunpreneur yang mendapatkan sharing awal tentang PENSIUNPRENEUR SIAPA TAKUT. Bicara tentang modal dalam bisnis seolah-olah menjadi beban yang luar biasa bagi calon pensiunpreneur untuk memulai bisnis.

Padahal, ketika sudah merubah entrepreneurial mindset dan memilih bisnis yang sesuai dengan potensi diri dan pasar, sejatinya modal dalam bentuk uang tidak harus banyak. Bisa mulai dari yang kecil seperti mengembangkan bisnis bersama istri, melanjutkan bisnis yang sudah jalan selama ini ataupun membuka usaha dengan basis konsultan sesuai bidang pekerjaan selama ini.

Yang paling penting adalah memisahkan keuangan antara keuangan bisnis dan keuangan keluarga para calon entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Tentu hal ini sudah dibuat anggaran sesuai dengan pengalaman ditempat kerja dulu.

Pemisahan keuangan bisnis dengan keluarga menjadi salah satu key success factor dalam menjalankan bisnis dimasa pensiun. Tidak peduli jumlahnya, baik kecil ataupun besar. Yang penting, berbasis anggaran yang sudah dibuat. Pemisahan uang bisnis dengan uang keluarga menjadi awal suksesnya pensiunpreneur dalam menjalankan dan bahkan menumbuhkembangkan bisnis.

Keuangan bisnis inilah yang dikelola dalam bisnis guna memenuhi belanja modal selama berbisnis untuk memenuhi biaya tetap dan biaya tidak tetap. Selanjutnya, gunakan akuntansi sederhana untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan bisnis.

Terakhir, yang paling penting adalah komitmen untuk tidak mengambil uang bisnis untuk keperluan diluar bisnis. Ini penting karena menyangkut mental berbisnis. Adapun keperluan pribadi,diambil dari GAJI yang didapatkan dari bisnis ini, sementara kalau laba, tentu diambilnya di akhir tahun setelah tutup buku.

Inilah yang harus bapak lakukan dalam pengelolaan keuangan bisnis. So, masih takut jadi pensiunpreneur? Masih punya alasan untuk tidak berbisnis? Sekaranglah waktunya calon pensiunpreneur memulai bisnis atau TIDAK SAMA SEKALI. .
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: