Entreprenur di Jawa Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya sedang di uji oleh kondisi lingkungan bisnis yang benar-benar berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi. Lihat saja mulai dari situasi politik menjelang pemilihan presiden yang focus pemerintah saat ini kepada pemilihan tersebut.

Bagaimana dengan kebijakan yang mendukung UMKM? BBM naik dan seiring dengan melemahnya rupiah terhadap dolar, akan menjadi tekanan yang semakin “mengancam” UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. Belum ditambah lagi dengan lingkungan global dengan perang dagang antara Amerika dengan Cina.

Hal inilah yang menjadi konteks setiap entrepreneur harus bisa memiliki sebuah pengetahuan dan kompetensi yang berhubungan dengan strategic entrepreneurship. Mungkin belum banyak yang mendengar konsep ini karena strategic entrepreneurship adalah gabungan dua konsep yang sejatinya harus dipahami dan dijalankan oleh setiap entrepreneur untuk bisa membuat bisnisnya profit, people, planet, sustainable serta tumbuh dan berkembang.

Gabungan konsep itu adalah strategic management dan entrepreneurship. Kedua ilmu ini adalah fondasi bagi entrepreneur dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi seperti yang terjadi saat sekarang.

Strategic management merupakan ilmu yang berhubungan dengan bagaimana seorang entrepreneur bisa membuat perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan pengontrolan atas rencana jangka panjang yang dipengaruhi oleh lingkungan yang selalu berubah. Ilmu ini memiliki model dasar bagaimana entrepreneur harus menerapkan strategi bisnis untuk mencapai keunggulan bersaing dan kinerja bisnis sesuai target yang berbasis kepada lingkungan internal dan lingkungan eksternal.

Lalu, ilmu entrepreneurship merupakan ilmu yang berhubungan dengan pola pikir yang berubah menjadi mindset atau sikap mental dalam melihat atau menciptakan peluang dan merubahnya jadi bisnis. Hal ini diawali oleh visi, peluang, kreavitas, focus pada melayani konsumen, berorientasi pada pertumbuhan usaha, manajemen resiko, membuat keputusan yang cepat serta bisnis sebagai ibadah.

Gabungan kedua ilmu inilah yang membentuk strategic entrepreneurship dan saatnya entrepreneur memahami dan menggunakannya dalam bisnis untuk menyikapi perubahan lingkungan bisnis.   
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: